Anak Adalah Titipan Yang Paling Berharga

mama dan anak gadisnya
seorang anak yang tidur dipangkuan ibunya photo credit

Seandainya seseorang yang sangat berkuasa menitipkan benda berharga yang sangat mahal pada kita, apa yang akan kita lakukan?

Tentu kita akan menjaga dan merawatnya dengan sangat baik, bahkan tak boleh ada satu gores pun bekas debu yang tampak saat kita mengembalikannya.

Lalu bagaimana dengan anak kita? Anak kita merupakan titipan Maharaja yang lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ini. Tentu kita harus ekstra keras menjaganya agar saat dikembalikan, ia dalam keadaan terbaik, sebaik saat dititipkan.

MENGENALNYA merupakan hal yang mutlak kita lakukan dalam menjaga dan merawat anak kita. Jika kita tidak mengenal anak kita, bagaimana bisa kita menjaga dan merawatnya?

Kita harus kenali perasaannya, kecenderungannya, pola pikirnya, kemampuannya, tingkat dan jenis kecerdasannya, gaya belajarnya, dan segala seluk beluk tentang dirinya.

Bagaimana caranya? Ikatkan hati kita dengan hati anak kita. Anak kita yang akan ‘berbicara’ sendiri siapa dirinya. Kita?

1. Bicaralah dengan tempo dan pilihan kata yang nyaman di telinga anak. Hindari tergesa-gesa dan bernada tinggi, apalagi menggunakan diksi yang tajam dan menyakitkan hati

2. Selalu sadari bahwa setiap anak kita unik. Bisa jadi perlu berbeda cara kita bersikap dan bicara dengan setiap anak kita. Apalagi jika umurnya berbeda. Tentu berbeda bukan, jika kita berbicara dengan batita dan dengan remaja. Tidak bisa disamakan. Begitu juga jika kita berbicara dengan anak yang terbuka dan dengan anak yang tertutup.

3. Panggil anak dengan panggilan yang menyenangkan. Bisa dengan kelebihan-kelebihannya. Hindari menyebut anak dengan kekurangannya. Ingat ya Bunda, kata-kata adalah doa, dan doa ibunda bak tanpa penghalang untuk didengar olehNya

4. Baca bahasa tubuh anak kita, tebak perasaannya. Biasakan untuk mengalirkan emosi anak dengan bicara menggunakan bahasa rasa dan mendengarkan lebih seksama

5. Miliki waktu bersama berdua saja dengan anak kita. Dating time. Manfaatkan kebersamaan itu untuk saling terbuka dan saling mendengarkan. Mengobrol bersama tanpa gadget, hanya berdua saja.

6. Kadang ada hal-hal yang sulit bagi anak kita untuk menceritakannya. Hadiahi buku diary yang hanya dia dan orangtua saja yang tau isinya. Pada saat dating time, kita dapat membahas isi buku tersebut.

Akhirnya, kita menyadari menjadi orangtua mengandung tanggungjawab yang sangat serius. Oleh karena itu, rasanya kita tidak lagi bisa menggunakan gaya populer : mempercayakan SEPENUHNYA pengasuhan anak kita ke tangan orang lain.

Jika karena satu dan lain hal kita menitipkan anak kita pada pengasuh (babysitter, kakek nenek, ART), sebelum meninggalkan anak di pagi hari :

1. Pastikan anak tercukupi kebutuhan jiwanya hingga orangtuanya kembali ke rumah. Biasakan untuk memberikan 20 senyuman dan 4 pelukan pada anak dalam satu hari.

2. Pastikan kita tetap menjadi guru pertama, teman paling asyik, dan malaikat penjaga bagi anak yang kita bangga-banggakan itu. Main bersama Ayah dan mengobrol asyik bersama Bunda

3. Pastikan kita tidak kehilangan momen-momen berharga anak kita, karena jika direnungkan kembali, sesungguhnya kitalah yang merugi jika momen-momen berharga anak kita terlewat sedangkan ia terus tumbuh hari demi hari. Dating Time With Parents

Allah tidak pernah memindahkan amanah itu pada orang lain, maka saat hari pembalasan nanti, Allah akan tetap menanyai pertanggungjawaban kita mengenai amanah yang diserahkanNya. Oleh karena itu rawat dan jagalah amanah itu sebaik mungkin.. 🙂

Sumber #YayasanKitaDanBuahHAti

#paarenting #anak #amanah #titipan #allah #datingtime #orangtua #ayah #bunda

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *