Anakku… Lihatlah Aku, Ibumu . . .

seorang ibu yang rindu pada anaknya
seorang nenek yang bersedih photo credit

Hari-hari yang ku lewati hanya untuk ingin melihat rupamu, terasa begitu sangat lama. Detik demi detik ku hitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali pintu berderit, aku mengira bahwa itu engkaulah orang yang datang.

Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping-keping, yang ada hanyalah keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan olehNya.

Anakku… Lihatlah aku, ibumu..
Ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Anakku… Lihatlah aku, ibumu..
Kini telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit. Bahkan berdiri saja seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong. Sekalipun begitu, cintaku kepadamu masih tetap sama seperti dulu. Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak berhenti.

Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.

Anakku… Lihatlah aku, ibumu…
Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah?
Tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini?
Ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!?

Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah Ta’ala.

———————————

Kutipan dari kajian : Kutitipkan Surat Ini Untukmu oleh Ust Armen Halim Naro Rahimahullah

Sumber #WasiyatiMarhami

#ibu #orangtua #penantian #anak #kesedihan #keletihan #tersentuh #wanitatua

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *