Ibu, Bolehkah Besok Aku Menangis?

wanita dan anak perempuan yang menangis
kasih sayang seorang ibu

Apa yang dirasakan anak ketika sedang asyik bermain lalu diminta pulang?

Marah, sedih, atau ia menangis kencang, bahkan berteriak marah.

Ekspresi yang lazim untuk anak usia 4 tahun. Namun tentu semakin lama, dia perlu belajar mengelola emosinya.

Apakah mengelola itu berarti tidak boleh melakukannya?

Tidak, bukan demikian. Mengelola artinya bereaksi sesuai kadar yang tepat.

Marah boleh, tapi terkelola.
Sedih boleh, tapi terkelola.

Karenanya ketika anak sedih dan marah, bukan tangisannya yang saya minta berhenti, tetapi cara sedih dan marahnya yang harus terkelola.

Maka kalimat kunci saya pagi ini…

Kakak marah, boleh tapi selesaikan dulu
Kakak sedih, boleh tapi selesaikan dulu

Boleh peluk, setelah tenang

Boleh minum dulu, supaya tenang

Ibu yakin kakak bisa tenang

Ibu yakin kakak bisa lebih tenang, kemarin kakak bisa.

Demikian kalimat tersebut. Sekali-kali diucapkan, di tengah teriakan marahnya.

Lama-lama ia akan tenang, paham apa yang sebaiknya dilakukan.

Setelah tenang, ia berkata “ibu lihat aku, aku sudah tenang (senyum). ” dan saya tersenyum bahagia

Setelah tenang ia bertanya “ibu yakin aku bisa tenang?”

Dan saya jawab “yakin dong.. kan kakak memang biasanya bisa”

Setelah tenang ia bertanya “Ibu, boleh besok aku menangis?

“Boleh Nak… Kalau kamu sedih, boleh menangis.. Tapi sebentar…” 🙂

By #LitaEdia

#parenting #marah #sedih #anak #menangis #tenang #emosi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *