Ingin Sampai Kapan ?

berhati-hatilah atas auratmu
jangan mengumbar aurat photo credit

Kalau belum jatuh belum bisa merasakan sakit,
Kalau belum terhimpit belum bisa merasakan sulit,
Kalau belum tersiksa belum bisa merasakan luka.

Ingin sampai kapan?
Aurat terbingkai dalam gambar yang diabadikan.
Aurat terbuka saat langkah menapaki kehidupan.

Seakan hidup ini tak ada pertanggungjawaban,
Seakan Allah tak pernah memberikan larangan,
Seakan Rasul tak pernah nasehatkan.

Bahwa sebaik-baiknya wanita,
Adalah ia yang menjaga kemuliaannya,
Baik jiwa maupun raga.

Ingin sampai kapan bertebaran di dunia apa adanya?
Ingin sampai kapan membiarkan aurat menjadi santapan mata?

Harus bagaimana lagi Allah perintahkan?
Agar jiwa terbuka dan tersadarkan.
Harus dengan apalagi Rasul menyerukan?
Supaya hati mengerti nikmatnya kebaikan.

Jangan katakan nanti,
Sekali lagi jangan tunggu nanti,
Jodoh, mati dan rejeki itu rahasia Illahi,
Tak kan ada yang tahu siapa yang mendahului.

Jika begitu berat dilakukan karena sadar diri,
Setidaknya lakukan untuk orang yang kita cintai,
Ayah, suami, saudara lelaki agar tak mendapat pedih.

Namun lebih sempurna jika Allah-lah yang kita kehendaki,
Karena nikmat dan siksaNya lah yang nanti akan menemani.

Bagimu rambut itu mahkota wanita?
Bagiku hijab itu tahta dan kehormatan wanita mulia.

Bagimu tubuh dalam bingkai gambar yang sesumbar itu anugrah?
Bagiku baju yang menutupi semua tanpa membentuk itu pelindung diri terindah.

Akankah menunggu godaan manusia datang,
Merasa bahagia saat rayuan membentang,
Dan berakhir dengan luka yang tak terhalang,
Karena mengharap pujian selalu berkumandang.

By #ayumdaigo

#muhasabahdiri #aurat #hijab #anugerah #siksaan #nikmat

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *