Inikah Akhir Cinta Yang Dahulu Kita Perjuangkan . . . ?

latahzan
merenung dalam kesendirian photo credit

Aku memilihmu sebagai imam.
Engkau memilihku sebagai bidadarimu.
Kita menyatukan hati dalam ikatan suci pernikahan dengan harapan,
bahagia akan menjadi landasan dari kehidupan.

Tapi takdir berkata lain.
Engkau berubah,
Perilakumu semakin salah,
Semakin berulah,
Semakin tak tentu arah.

Cinta yang kuharap menjadi penguat rajutan tali kasih ini,
engkau nodai.
Engkau gandakan.
Engkau cederai akad yang engkau ucapkan.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Allah, inikah jalan hidupku?
Tak tahan rasanya setiap hari harus menanggung derita.
Tak sanggup rasanya, ada saja perilaku yang menyesakkan dada.
Tak mampu rasanya selalu menahan air mata.

Aku hanya wanita biasa.
Aku rapuh.
Mudah runtuh.
Ketika kekuatan darimu tak dapat menjadi pegangan,
apa yang dapat kulakukan?
Ketika bahumu tak bisa menjadi tempat bersandar,
kemana tubuh ini harus direbahkan?
Imam yang kuimpikan menjadi nakhoda, dengan sengaja menenggelamkan bahtera.

Aku, kamu, kita…
pada akhirnya memilih jalan yang Allah paling benci.
Iya, kita memutuskan untuk menjalani hidup sendiri-sendiri.

Inikah akhir cinta yang dahulu kita perjuangkan didepan Abi dan Ummi?

Jujur,
disatu sisi ada perasaan lega.
Akhirnya aku dapat lepas dari situasi yang begitu menyesakkan jiwa.
Namun sisi manusiawiku yang masih mencintaimu berkata,
Akan mampukah aku hidup tanpa cinta?

Allah..
kusadari semua salahku.
Kuakui semua khilafku.
Terlalu banyak ya Rabb.
Terlalu menumpuk kedurhakaan sebagai seorang hamba.

Dulu, dimasa bahagiaku,
aku tak pernah mendahulukan Engkau.
Selalu dia.
Baru kusadari, tak ada manusia yang berhak kudahulukan selainMu.

Cintaku kepadanya,
melalaikan cintaku padaMu.
Allah.
Aku memohon ampun padaMu.
Memohon maaf padaMu.

Aku bangkit,
mencoba menyembuhkan rasa sakit yang membukit.
Terimalah taubatku.
Aku ingin kembali padaMu.
Pada cara hidupMu.

Disinilah jalan hijrahku dimulai.
Jalan yang kuharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran dan hati.
Semoga pintu surga masih berkenan Engkau buka bagi pendosa penuh noda ini.

Semoga masih ada kesempatan bagiku untuk memperbaiki masa depan dan diri.

Sumber #BeraniBerhijrah

#hikmah #pernikahan #imam #bidadari #ummi #abi #taubat #hijrah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *