Jadilah Teladan Dan Sahabat Bagi Anakmu

wanita dan dua anak kecil
ibu yang bahagia dan kedua anaknya photo credit

Sikap bersahabat dengan anak memiliki peranan besar dalam memengaruhi jiwa mereka. Perilaku seseorang akan menjadi cermin bagi sahabatnya.

Rasulullah saw. Biasa menemani anak-anak dalam banyak kesempatan. Suatu saat, beliau menemani Ibnu Abbas dan berjalan berdua. Pada kesempatan lain, beliau menemani keponakannya, ja’far. Kadang-kadang beliau juga menemani Anas. Beliau bersahabat dengan anak-anak tanpa merasa kikuk, apalagi angkuh.

Menyertai orang dewasa adalah hak anak. Tujuannya agar mereka bisa belajar dari orang dewasa sehingga jiwanya terdidik dan kebiasaannya menjadi baik.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Bercermin dari Rasulullah, sejatinya para orang tua dapat menyediakan waktu untuk menemani anak-anaknya. Anak-anak juga perlu dicarikan teman yang sebaya dengannya.
Jika orang tua pandai-pandai memilihkan teman yang sholeh untuk anak-anaknya dan mengawasi perilaku mereka serta membimbingnya, hal itu akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya.

Rasulullah saw adalah teladan agung untuk manusia sepanjang sejarah. Dengan segala perilaku dan kata-katanya. Rasulullah saw adalah pendidik dan penuntun. Oleh karena itu ia menganjurkan para orang tua agar menjadi teladan yang baik dalam hal kejujuran bagi anak-anaknya. Kejujuran adalah jalan keberhasilan.

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan hadist dari Abu Hurairah r.a. bahwa nabi saw bersabda, Barang siapa mengatakan kepada anaknya, “ Kemarilah, aku beri sesuatu” tapi kemudian tidak memberinya, maka itu merupakan dusta.

Rasulullah mengajari orang yang mengemban amanah pendidikan agar menjadi teladan dalam segala hal. Agar anak-anak terpengaruh dengan perilaku mereka yang terpuji, dengan nasehat yang membekas, dengan peringatan mereka yang membimbing dan dengan pendidikan yang bijaksana dan integral.

Anak-anak akan meniru perilaku orang dewasa yang mereka amati. Jika mereka mendapati kedua orang tuanya jujur, mereka akan tumbuh menjadi orang yang jujur.
Pendidik adalah protipe dalam pandangan anak. Oleh sebab itu, teladan yang baik dalam pandangan anak pasti akan diikutinya dengan perilaku dan akhlak yang baik juga, baik disadari maupun tidak. Bahkan keteladanan itu terpatri dalam jiwanya. Perasaannya akan membayangkan ucapan, perbuatan, perasaan dan mental orang tua, baik disadari atau tidak.

Jadi, sekali saja contoh yang buruk; sekali saja murid mendengar gurunya gurunya mengucapkan kata-kata kotor dan menghina; sekali saja anak mendengar ibunya berdusta, cukup menumbangkan nilai kejujuran dalam jiwa mereka.

“Adakah kamu memerintah manusia untuk melakukan kebaikan dan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca kitab? Tidakkah kalian berfiki?” (Q.S Al Baqarah, 2 : 44)

#parenting #teladan #sahabat #anak #sholeh #nasehat #kejujuran

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *