Ketika Dendam Menguasai Diri

anak menantu dan ibu mertua
mertua yang menggangu menantunya photo credit

Alkisah seorang pria yang baru menikah, tinggal menumpang di rumah mertuanya. Akhirnya setelah beberapa lama tinggal bersama mertuanya, ia merasa kesal dengan ibu mertuanya yang menurutnya sangat menyebalkan, cerewet, bawel, suka mengatur, dan angkuh sekali.

Setelah dua tahun, baginya cukup sudah penderitaan itu. Ia memutuskan untuk mengakhiri penderitaannya itu dengan berencana membunuh ibu mertuanya. Setelah memutar otak, ia pergi mendatangi dukun yang paling sakti di daerahnya.

Usai bercerita dengan penuh kegeraman dan dendam, sang dukun tersenyum dan mengangguk-angguk. Lalu diberikannya sebotol cairan yang menurut petunjuk dukun tersebut adalah racun yang sangat mematikan.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Syarat menggunakannya harus diberikan sedikit demi sedikit selama 2 bulan, dan ketika memberikan ia diharuskan bersikap manis, berkata lebih sopan, serta selalu tersenyum. Hal ini dilakukan agar membuat sang mertua tidak mencurigainya.

Dengan penuh kesabaran, hari demi hari ia mulai meracuni mertuanya, tentunya dengan sikap manis, tutur kata yang lebih santun serta senyum yang tidak lepas dari mulutnya. Perlahan namun pasti ia mulai melihat perubahan pada mertuanya.

Ada satu hal yang membuatnya bingung, setelah satu bulan ia meracuni mertuanya, kelakuan mertuanya ini justru berubah menjadi demikian baik padanya. Sikapnya berubah 180 derajat dari sebelumnya, ia mulai menyapa lebih dahulu setiap kali ketemu.

Pikirnya, ini pasti akibat awal dari racun itu, yakni adanya perubahan sikap sebelum akhirnya meninggal. Mendekati hari ke-40 sikap mertua semakin baik dan hubungan dengannya semakin manis, ia mulai membuatkan minum teh di pagi hari, menyediakan pisang goreng dan seterusnya. Sebuah perilaku mertua yang dulu tidak pernah ia bayangkan akan terjadi.

Puncaknya pada hari ke-50 mertuanya memasakkan makanan yang paling ia sukai, bahkan di pagi harinya ia terkejut saat mendapati bajunya sudah dicuci bahkan diseterika oleh sang mertua. Tak ayal lagi, hati kecilnya mulai memberontak.

Muncullah rasa bersalah yang makin hari makin menguat. Pada hari ke-55, sudah tak terbendung lagi penyesalan itu, karena melihat perubahan sang Ibu mertua yang menjadi sedemikian sayang padanya. Akhirnya pergilah ia ke dukun itu lagi, dengan terbata-bata penuh penyesalan dan rasa berdosa ia memohon-mohon untuk dibuatkan penangkal racun yang pernah diberikan sang dukun padanya.

Dengan senyum bijaksana bak malaikat, dukun itu berkata “Cairan yang kuberikan padamu dulu itu bukanlah racun, namun air biasa yang kuberi warna saja. Sikap mertuamu yang berubah menjadi sayang padamu, disebabkan karena SIKAP DIRIMU YANG TERLEBIH DAHULU BERUBAH MENJADI LEBIH RAMAH, LEBIH SANTUN DAN SELALU SENYUM PADANYA.”

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas.

Pertama, sikap buruk atau penolakan orang lain, hanyalah sebagai akibat atau reaksi atas sikap buruk kita padanya.

Kedua, jika ingin mengubah orang lain, ubahlah diri kita terlebih dahulu.

Ketiga, tidak semua ‘dukun’ salah. Kita juga harus jadi ‘dukun’ kalau sukses belajar yakni ‘duduk dengan tekun’.

Keempat, Selamat mencoba! 🙂

Sumber #IslamPos

#hikmah #rumahtangga #mertua #menantu #dendam #dukun

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *