MEMAHAMI ARTI IDUL FITRI

ied mubarak
selamat idul fitri 1436 H photo credit

Ketika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya “mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi yang baru menikah).

Maklum saja karena perputaran uang terbesar ada pada saat Lebaran. Kalau sudah demikian, bagaimana sebenarnya makna dari Idul Fitri itu sendiri. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan sesuatu yang baru, atau dengan mudik untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara dan kerabat?.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Idul Fitri merupakan suatu hari raya yang dirayakan setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, dengan menahan hawa nafsu, menahan lapar dan haus dalam niat karena Allah. Mengharap ampunan dan rahmatNya untuk mendapatkan ridhoNya. Dinamakan Idul Fitri karena manusia pada hari itu laksana seorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Seperti yang sudah disebutkan di atas makna Idul Fitri adalah kembali suci. Dan makna itu sering kita dengar dari ceramah-ceramah ustadz dan ustadzah atau dari sumber lainnya yang mengartikan bahwa idul fitri adalah keadaan orang yang kembali suci atau tanpa dosa seperti seorang bayi yang baru lahir.

Apakah benar keadaan kita kembali suci seperti bayi di saat hari raya idul fitri ?

Yuk kita simak arti atau makna yang sebenarnya menurut pengertian bahasa Arab dan pengertian di dalam Hadits. 🙂

Idul fitri berasal dari dua kata yaitu id [arab: ﺪﻴﻋ] dan al-fitri [arab: ﺮﻄﻔﻟﺍ]. Id secara bahasa berasal dari kata , aada – ya’uudu [arab: – ﺩﺎﻋ ﺩﻮﻌﻳ], yang artinya kembali.
Ada juga yang mengatakan, kata id merupakan turunan kata Al-Adah [arab: ﺓﺩﺎﻌﻟﺍ], yang artinya kebiasaan.

Dan Kata fitri berasal dari kata afthara – yufthiru [arab: – ﺮﻄﻓﺃ ﺮﻄﻔﻳ], yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa.

Jika digabungkan pengertiannya adalah kembali berbuka atau tidak lagi melakukan puasa Ramadhan. Artinya bisa buka atau makan dan minum kapan saja karena tidak lagi melakukan puasa ramadhan. Dan memasuki bulan 1 syawal atau perayaan idul fitri. Yang tiap negara menyambutnya dengan kebiasaan yang berbeda-beda. Atau merayakan dengan berbuka setiap saat, bisa makan dan minum kapan saja dengan sajian makanan di hari lebaran atau hari raya idul fitri.

Di Indonesia banyak yang bilang kata fitri dan fitrah itu sama karena kalimat dan pengucapannya hampir sama. Namun sebenarnya pengertian dan maknanya sangat berbeda. pengertian fitri sudah di jelaskan di atas adalah berbuka atau tidak lagi melakukan puasa Ramadhan. Sedangkan makna fitrah adalah kembali suci tanpa dosa. Seperti menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu’Abbas, fitrah adalah awal mula penciptaan manusia. Dan juga di sebutkan di dalam Al-Quran:

” Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah, (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ” (Q.S Al-Ruum ayat: 30)

Jadi fitrah adalah awal mula Allah menciptakan manusia itu adalah dalam keadaan suci tanpa dosa. Jadi sangat jelas bahwa pengertian fitri dan fitrah adalah berbeda. Pemahaman pada umumnya hari raya idul fitri adalah kembali suci seperti bayi itu keliru. Karena apakah kita tahu bahwa amalan ibadah kita sudah sempurna atau di terima oleh Allah Swt ? Tidak dikotori oleh hawa nafsu atau penyakit hati dan benar-benar ikhlas karena Allah ? Tentunya Allah lebih mengetahui.

Yang semestinya harus kita lakukan dalam menyikapi makna hari raya idul fitri adalah selalu berdoa, sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat Nabi Saw. Mereka saling mendoakan atau mengucapkan kalimat “Taqobalallahu minna waminka (waminkum), waja’alana minal ‘aidin wal faizin”, yang artinya “Semoga Allah menerima amaliyah ramadhan saya dan ramadhan anda atau kalian, dengan demikian kita akan menjadi orang yang kembali (kepada agama) dan orang yang berbahagia karena telah beroleh kemenangan.”

Semoga amalan-amalan kita di bulan Ramadhan dan di luar Ramadhan di terima oleh Allah Swt. Dan jangan merasa diri kita sudah sempurna, agar terhindar dari sifat sombong, ujub, riya’ atau penyakit hati lainnya. Yang utama adalah Tetap menjaga hati dalam keikhlasan dan kesabaran, tetap istiqomah di dalam ketaatan. Semoga kita dapat menjaga fitrah Allah untuk kesucian hati kita di dalam ridhoNya. Aamiin ya Robbal’aalamiin.

Semoga artikel ini dapat membawa manfaat untuk kebaikan kita semua. Aamiin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H . . . 🙂

#idulfitri #ramadhan #istiqomah #fitrah #kembalisuci #kembaliberbuka

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *