Pak Tua Dan Sepasang Sepatunya

sepatu pria
sepasang sepatu photo credit

Suatu hari seorang bapak tua hendak bepergian menggunakan kereta. Namun ketika naik, salah satu sepatunya tersangkut di pintu dan jatuh ke atas rel karena terburu-buru. Ia hendak mengambilnya namun kereta terlanjur berjalan dan tidak mungkin memintanya untuk berhenti. Sesaat kemudian, ia melakukan sesuatu yang tidak lazim. Bapak tua tersebut dengan tenang melepas sepatu yang satunya lagi, lalu melemparkannya ke luar tak jauh dari sepatu yang tadi jatuh.

Kebetulan semua kejadian itu diperhatikan oleh seorang pemuda yang duduk di dalam kereta. Karena merasa penasaran, pemuda itu hendak bertanya langsung kepada bapak tua tersebut. Begitu bapak tua itu melewati tempat duduknya, si pemuda menyapanya ramah. “Salam, Pak. Saya tadi sempat memperhatikan apa yang Bapak lakukan. Boleh saya bertanya sesuatu?”

“Silakan, Nak. Apa yang ingin kau tanyakan?” ujar bapak tua itu.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

“Begini, Pak. Tadi Bapak sudah kehilangan satu sepatu, lalu kenapa Bapak juga melemparkan sepatu Bapak yang lain? Dengan begitu, bukankah Bapak sekarang tak mempunyai alas kaki?”

Bapak tua tersebut melihat pemuda itu sambil tersenyum, lalu menjawab ramah, “Nak, seperti yang sudah kamu lihat tadi, saya sudah kehilangan satu sepatu. Sepatu yang terjatuh tadi mungkin akan ditemukan oleh seseorang, dan bisa saja dia itu orang yang tak berpunya. Tapi, apakah sepatu yang cuma sebelah itu ada gunanya untuk orang tersebut? Tidak, kan? Sementara saya sendiri, apakah sepatu yang masih melekat di kaki saya tadi juga masih bermanfaat bagi saya? Tidak juga, kan?”

“Jika saya melemparkan sepatu yang satunya lagi, kemungkinan besar orang yang tadi menemukan sepatu saya akan menemukan pasangannya. Dengan begitu, sepatu itu bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Karena itulah, saya melemparkan sepatu yang satunya lagi agar orang yang menemukannya bisa memanfaatkannya dengan baik.”, lanjut bapak tua tersebut.

***
Bapak tua di dalam kisah tadi adalah Mahatma Gandhi. Apa yang dilakukan beliau mengandung sebuah filosofi dasar dalam hidup.

Sepanjang masa hidup, kita pasti akan merasakan suatu kehilangan. Entah itu berupa materi atau orang terkasih kita. Dan bagi kita, kehilangan itu awalnya terlihat tidak adil. Tapi jika kita renungkan lebih jauh lagi, kehilangan itu sejatinya terjadi agar ada perubahan positif dan berarti dalam hidup kita.

Berkeras mempertahankan apa yang kita miliki tidak membuat kita atau dunia di sekitar kita menjadi lebih baik. Tapi memberikan dengan ketulusan hati dapat membantu banyak orang dan membuat mereka bahagia.

#hikmah #sepatu #kereta #tersangkut #filosofi #MahatmaGandhi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *