Sedih Saat Anak Tak Raih Dunia, Namun Tidak Sedih Jika Anak Tidak Shalih

bayi memakai toga
meraih dunia photo credit

Beberapa orang tua begitu sedih ketika anaknya tidak menjadi Polisi atau PNS seperti yang mereka cita-citakan. Namun, Apakah kesedihan yang sama akan ada jika anak tidak bisa membaca Al Quran, tidak bisa shalat, atau tidak paham agama?

Padahal menjadi polisi atau PNS bukanlah jaminan untuk masuk surga. Bahkan banyak orangtua yang mencita-citakan anaknya jadi seperti itu, tapi sang anak justru mengecewakan orangtuanya dan tidak sedikit anak yang seperti itu.

Sementara jika anak menjadi seorang yang shalih, semua sudah tahu bagaimana akhirnya. Anak yang shalih akan bermanfaat bagi dirinya dan orang tuanya pula. Anak shalih akan terus mendoakan orang tuanya. Bahkan amalan shalihnya akan bermanfaat untuk orang tuanya, meski tidak ia niatkan untuk kirim pahala.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya yang akan selalu menemani orang beriman adalah ilmu dan kebaikannya. Setelah matinya ada ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan, begitu pula anak shalih yang ia tinggalkan, juga ada di situ mushaf yang ia wariskan atau masjid yang ia bangun, atau rumah untuk ibnus sabil yang ia bangun, atau sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika ia sehat dan semasa hidupnya. Itu semua akan menemaninya setelah matinya.” (HR. Ibnu Majah no. 242. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Adapun sisi pendalilan bahwa amalan anak yang shalih akan bermanfaat untuk orangtuanya adalah dari ayat,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39).

Di antara yang diusahakan oleh manusia adalah anak yang shalih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

“Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.” (HR. Abu Daud no. 3528 dan An Nasa’i no. 4451. Al Hafizh Abu Thahir menyataan hadits ini shahih). Ini berarti amalan dari anaknya yang shalih masih tetap bermanfaat bagi orang tuanya walaupun sudah berada di liang lahat karena anak adalah hasil jerih payah orang tua yang pantas mereka nikmati.

Jadi… Janganlah bersedih jika anak tidak dapat meraih dunia, tapi sedihlah jika anak tidak menjadi seorang yang shalih dan tidak dapat meraih akhirat. Tapi Anda sebagai orangtua bisa menaruh pilihan bagaimanakah anak Anda nantinya. Apakah hanya bangga jika anak raih dunia dan tidakkah sedih ketika tidak meraih akhirat ?  Itu pilihan Anda sebagai orang tua. Renungkanlah..

Penulis #MuhammadAbduhTuasikal
Sumber #Rumaysho.Com

#parenting #anak  #dunia #shalih #sedih #bangga #bermanfaat

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *