Sepucuk Surat Dari Ayah

berjalan bersama diwaktu senja
bergandengan tangan photo credit

Duhai anakku,
Kemarin aku bertemu teman-temanku,

Mereka dengan bangga menceritakan anak anaknya yang baru selesai S3,

Ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne,

Ada yang bangga karena anak semata wayangnya sudah menjadi dokter,

Ada yang bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer,

Ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl,

Ada yang bangga karena anaknya menjabat asisten manager,

Ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer,

Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua,

Bukan karena ayah iri atau pun kecewa,

Bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka,

Melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu,
Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia,
Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara,
Yang pribadinya ayah doakan mampu menjadi anak sholehah.

Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka,
Atau bahkan melebihi mereka,
Karena ayah sadar kebahagiaan dunia takkan membahagiakan selamanya.

Cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta,
Dengan kesederhaan dan hijab syar’inya,
Dengan ketaatanmu kepada Allah semata,
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja,

Cukuplah tutup auratmu,
Cukuplah jadikan Al-qur’an sebagai teman hidupmu,
Cukuplah doamu selalu untukku,

Duhai putriku,
Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih Jannah Allah,
Tak perlulah kaya atau terlalu berlebih di dunia,
Cukup mudahkan kami menuju surgaNya.

Maka ayah akan selalu bangga memilikimu,
Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.
Mudahkanlah kami menuju surga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka.
Sungguh, ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholehah.
Sedang dunia dan rizki yang lainnya semata-mata bonus dari Allah saja.

#bangga #akhlaq #iri #kecewa #sholehah #jannah #taqwa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *