Tahapan Dalam Mengasuh Anak

belajar bersama orangtua
mengajari anak menggambar photo credit

Tahukah kalian para orangtua bahwa mengasuh anak terbagi dalam beberapa tahapan. Berikut merupakan beberapa tahapan dalam mengasuh anak sesuai dengan usianya.

=> 7 tahun pertama (0-7 tahun)
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Tahapan ini disebut zona merah – zona larangan

Pada tahapan ini kita sebagai orangtua diharuskan untuk tidak marah-marah, tidak memberikan banyak larangan, dan jangan merusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang adalah otak kanannya.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

=> 7 tahun kedua (7-14 tahun)
Perlakukan anakmu sebagai ‘pembantu’ atau tawanan perang.
Tahapan ini disebut zona kuning – zona hati-hati dan waspada.

Latih anak-anak anda agar mereka mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dan lain-lain. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

=> 7 tahun ketiga (14-21 tahun)
Perlakukan anak seperti sahabat.
Tahapan ini disebut zona hijau – sudah boleh jalan.

Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

=> 7 tahun keempat (21-28 tahun)
Perlakukan sebagai pemimpin.
Tahapan ini disebut zona biru – siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.

Pada masa anak-anak, yang berkembang adalah otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.

Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Waah, ternyata lama sekali ya untuk anak laki-laki? Tapi ternyata ada rahasia Tuhan mengapa diatur seperti itu

Anak laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreativitas dan eksplorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.
Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.

Untuk memberi instruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak didengar.

Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. Ada 250 ribu sel otak anak yang rusak ketika dimarahi.

Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

Berikut ini cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:

1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.

2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.

3. Sambil mengusap kepala.

Dengan sentuhan, maka ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur. Selamat mencoba!

Sumber #www.ngopibersama.com

#parenting #mengasuhanak #tidakmarah #tidakmelarang #komunikasiefektif

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *