Tukang Kayu Dan Kapaknya

laki-laki dewasa dengan kapaknya
pria memegang kapak photo credit

Suatu hari ada seorang Konglomerat dan ia telah menulis satu surat wasiat yang berbunyi sebagai berikut :

“Barang siapa yang dapat menjagaku di dalam kubur setelah Aku meninggal nanti, akan ku warisi separuh dari harta peninggalanku”.

Lalu ditanyakan lah hal itu kepada anak-anaknya, apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. Namun anak-anaknya menjawab, “Bagaimana mungkin kami sanggup menjaga dirimu, ayah? Karena pada masa itu ayah pun sudah menjadi mayat”.

BEST SELLER ❤️️ Gamis Babydoll Balo, hanya 129ribu (CEK ALBUM INI) 😉 jangan sampai kehabisan ya! free ongkir by...

Posted by Debusana on Monday, January 4, 2016

Keesokan harinya dipanggil lah semua adik-adiknya dan beliau berkata, “Wahai adik-adikku sekalian sanggupkah kamu menjaga aku setelah aku mati nanti selama 40 hari bersamaku di dalam kubur? Nanti aku akan memberikan setengah daripada hartaku kepada di antara kamu yang sanggup bersamaku.”

Dan adik-adiknya pun menjawab, “Wahai abangku, adakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada manusia yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.”

Lalu dengan sedih Konglomerat tersebut memanggil ajudannya untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke seantero negeri.

Akhirnya sampai jugalah pada hari di mana konglomerat tersebut kembali ke Rahmatullah. Kuburannya telah dihias dengan megah laksana sebuah peristirahatan termewah yang pernah ada dengan semua perlengkapannya.

Pada waktu yang hampir bersamaan seorang Tukang kayu yang sangat miskin telah mendengar akan wasiat tersebut lalu diberitahukan kepada istrinya apakah dia perlu mengambil kesempatan ini untuk menjadi kaya.

Istrinya berkata, “Wahai suamiku, apalah artinya menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerjamu ketika menebang kayu di dalam hutan dan bertemu dengan harimau dan hantu penunggu hutan.”

Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris konglomerat tersebut akan kesanggupannya. Keesokan harinya dikebumikan lah jenazah Sang Konglomerat dan Si Tukang kayu itu pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama kapaknya.

Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman tersebut, maka datanglah Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut. Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang maka Ia segera agak menjauhkan diri dari mayat konglomerat tersebut. Terbesit di pikirannya bahwa sudah tiba saatnya Sang konglomerat tersebut akan diinterogasi oleh Mungkar dan Nakir. Tetapi yang terjadi justru malah sebaliknya, Mungkar dan Nakir justru malah menuju ke arahnya dan bertanya “Apa yang kau buat di sini?”

“Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah harta wasiatnya” jawab si Tukang kayu.

“Apa harta yang ada pada kau sekarang”? lanjut Mungkar dan Nakir.

“Aku hanya memiliki sebatang kapak ini saja untuk mencari rezeki” timpal si tukang kayu.

Kemudian Mugkar dan  Nakir beritanya lagi “Dari mana kau dapat kapak ini” ?

“Aku membelinya” balas si tukang kayu.

Lalu pergilah Mungkar dan Nakir di hari pertama dari dalam kubur tersebut. Hari kedua Mereka datang lagi dan bertanya, “Apa yang kau buat dengan kapak ini”?.

“Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar untuk dijual” sergah tukang kayu.

Di hari ketiga di tanya lagi “Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?.

“Pohon itu adanya di hutan belantara jadi tidak ada yang punya” timpalnya lagi.

“Apa Kau yakin” lanjut malaikat.Kemudian Mereka menghilang dan datang lagi di hari ke empat.

Kemudian Mereka bertanya lagi “Adakah kau potong pohon tersebut menggunakan kapak ini dengan ukuran dan berat yang sama untuk dijual?”

“Aku potongnya dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata” tegas tukang kayu. Begitu terus yang dilakukan malaikat Mungkar dan Nakir, datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah dan yang ditanyakan masih berkisar dengan kapak tersebut.

Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan Tukang kayu tersebut. Berkata Mungkar dan Nakir “Hari ini aku akan kembali bertanya soal kapak ini”.

Belum sempat Mungkar dan Nakir bertanya, si Tukang kayu tersebut dengan segera melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata di luar sudah banyak orang yang menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut. Namun si Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan mereka semua sambil berkata, “Ambillah semua bagian harta wasiat tersebut oleh kalian karena aku sudah tidak menginginkannya lagi.”

Lalu sesampainya di rumah sang istri berkata, “Wahai suami ku, di manakah setengah harta peninggalan konglomerat tersebut?”

Maka si Tukang kayu menjawab “Aku tidak menginginkannya lagi, di dunia ini harta yang kumiliki padahal hanya sebuah kapak ini saja, tapi malaikat Mungkar dan Nakir sampai 40 hari yang mereka tanyakan dan persoalkan masih saja di seputar kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak? Entah berapa lamanya dan bagaimana Aku menjawabnya”

Sahabat Rasulullah saw yang paling kaya ialah Abdul Rahman bin Auf ra. Beliau dikatakan adalah sahabat yang paling terakhir masuk surga karena lamanya masa yang digunakan untuk menghisab beliau, seperti dari riwayat Aisyah ra yang pernah mendengar Rasullullah SAW bersabda “Kulihat Abdurrahman bin’Auf masuk surga dengan perlahan-lahan (merangkak)!” (HR Bukhari)

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, “Tidak akan bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, darimana ia memperoleh hartanya dan kemana dibelanjakannya serta sejauh mana ilmunya diamalkan?” (HR. Turmudzi)

=================================================

Kaya tidaklah menjadi masalah,  akan tetapi yang menjadi masalah adalah dari mana harta yang kita miliki dan digunakan untuk apa saja.
Mari sama-sama kita mencari rezeki yang halal dan baik serta digunakan dalam jalan kebaikan..

Semoga Bermanfaat . . .

#hikmah #harta #hisab #konglomerat #tukangkayu #kapak #malaikat #kubur

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *